August 15, 2015

Mengenal Peta (Bagian 1)

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
Secara umum peta dibagi atas beberapa klasifikasi, sebagai berikut :

  • Berdasarkan Sumber Data 
    • Peta Induk-  adalah peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
    •  Peta Turunan - adalah peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan.
  • Berdasarkan Isinya 
    • Peta Umum - adalah peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan. Peta umum dibagi dalam 3 (tiga) kategori yaitu: (a). peta topografi adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama. (b). peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contohnya adalah atlas. (c). peta dunia adalah peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
    • Peta Tematik - adalah peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu / khusus. Misal peta jaringan jalan, peta persampahan, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, peta sebaran KK Miskin, peta rawan bencana dan lain-lain
  • Berdasarkan Skalanya 
    • Peta Kadaster atau Peta Teknik - adalah peta yang mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis, misalnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, dan sebagainya.
    • Peta Skala Besar - adalah peta yang memiliki skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah.
    • Peta Skala Sedang - adalah peta yang memiliki skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.
    • Peta Skala Kecil - adalah peta yang memiliki skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
    • Peta Geografi/Peta Dunia - adalah peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.
  • Berdasarkan Bentuknya
    • Peta Stasioner
    • Peta Dinamis - adalah peta yang  menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya bersifat selalu berubah (dinamis). Contohnya: peta kepadatan penduduk, peta sebaran korban bencana alam, peta jaringan komunikasi.
  • Berdasarkan Tujuannya
    • Peta Pendidikan (Educational Map) - Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMU.
    • Peta Ilmu Pengetahuan. -Contohnya: peta arah angin, peta penduduk.
    • Peta Informasi Umum (General Information Map) - Contohnya: peta pusat perbelanjaan.
    • Peta Turis (Tourism Map) - Contohnya: peta museum, peta rute bus.
    • Peta Navigasi - Contohnya: peta penerbangan, peta pelayaran.
    • Peta Aplikasi (Technical Application Map) - Contohnya: peta penggunaan tanah, peta curah hujan.
    • Peta Perencanaan (Planning Map) - Contohnya: peta jalur hijau, peta perumahan, peta pertambangan.
KOMPONEN DAN UNSUR KELENGKAPAN PETA
Berikut komponen dan unsur-unsur kelengkapan sebuah peta :
  • Judul Peta - Merupakan  nama suatu daerah yang digambar. Judul mencerminkan isi dan tipe peta . Penulisan judul peta hendaknya menggunakan huruf cetak tegak, semua menggunakan huruf besar dan simetris
  • Skala Peta - adalah angka yang menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi
  • Arah Mata Angin / Orientasi / Petunjuk Arah - adalah tanda pada peta yang menunjukkan arah utara, timur, selatan atau arah daerah yang digambar
  • Simbol Peta - adalah tanda atau gambar yang mewakili penampakan yang ada permukaan bumi yang terdapat pada peta
  • Warna Peta - Tujuannya adalah untuk membedakan objek di permukaan bumi
  • Tipe Huruf (Lettering) - Berfungsi untuk mempertebal arti dari simbol-simbol yang ada. Setiap nama simbol menggunakan huruf-huruf standar
  • Gratikul (Posisi Geografis) - Posisi gografis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah
  • Inset - adalah peta kecil tambahan dan memberikan kejelasan yang terdapat di dalam peta. Inset juga di gunakan untuk menggambar suatu wilayah yang tidak tergambar pada peta, sehubungan dengan terbatasnya media gambar.
  • Garis Tepi - adalah Garis tepi pada peta yang merupakan garis untuk membatasi ruang peta. sebaiknya dibuat rangkap
  • Legenda - adalahadalah keterangan yang berupa simbol-simbol pada peta agar peta mudah dimengerti oleh pembaca.
  • Sumber dan Tahun Pembuatan - Merupakan sumber data yang perlu dicantumkan untuk kebenaran peta yang dibuat.
PENUNJUK ARAH
Komponen petunjuk arah sering juga disebut dengan mata angin, dan orientasi. Petunjuk arah sebagai salah satu komponen kelengkapan pada peta merupakan komponen yang harus ada dalam sebuah peta. Sesuai dengan namanya, fungsi penunjuk arah memberikan informasi arah utara, timur, selatan, barat dan atau arah daerah yang digambar.
Arah yang biasa kita kenal dan kita gunakan biasanya adalah delapan (8) arah mata angin yaitu Utara, Timur Laut, Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut. Penempatan komponen petunjuk arah dapat ditempatkan bebas, tetapi biasanya ditempatkan di bagian atas peta utama. Informasi arah tidak harus ditampilkan seluruhnya, bisa hanya satu arah saja misalnya arah utara. Desain/bentuk petunjuk arah dapat digambar secara bebas, hal ini merupakan kebebasan dari pembuat peta. 
 
SIMBOL DAN LEGENDA
Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya. Dalam penggambarannya simbol ditempatkan sesuai pada lokasi kenampakan pada peta utama dan penjelasan/keterangannya ditempatkan pada legenda.
Agar dapat dibaca oleh pengguna maka sebaiknya simbol dibuat (a). Sederhana dan (b). mewakili obyek aslinya, jika memungkinkan dibuat mirip/sama dengan obyek aslinya tersebut. Simbol dapat dibedakan dalam dua (2) kategori yaitu :
  • Simbol budaya, - adalah simbol yang mewakili penampakan budaya, misalnya jalan, rel, kota dan lain-lain
  • Simbol alam - adalah simbol yang mewakili penampakan alam, misalnya sungai, gunung, danau dan lainnya
Berdasarkan bentuknya simbol dibedakan menjadi tiga (3), yaitu :
  • Simbol Garis - digunakan untuk mewakili data geografis yang berhubungan dengan jarak, contoh : sungai, jalan, rel dan batas wilayah
  • Simbol Titik - digunakan untuk mewakili tempat, contoh : kota, gunung dan objek-onjek penting lainnya
  • Simbol Area - digunakan untuk mewakili suatu  luasan tertentu, contoh : danau, rawa, gurun dan hutan
Berdasarkan Wujudnya, simbol dibedakan menjadi 3 yaitu :
  • Simbol Piktorial - adalah simbol yang berupa gambar yang mirip dengan yang sebenarnya
  • Simbol Abstrak - adalah simbol yang berupa gambar yang tidak mirip dengan yang sebenarnya
  • Simbol Huruf / Angka - adalah simbol yang berupa huruf / angka
Bersambung...
 

No comments:

Post a Comment