July 16, 2014

Sanitasi dan Utilitas Bangunan Rumah Sederhana (Bag. I)

Sudahkah Rumah anda memliki sanitasi dan utilitas yang sehat?? rumah yang bagus belum tentu sehat. hal ini bergantung pada penyediaan sarana dana prasarana utilitas dan sanitasi yang benar. Hal ini seringkali menjadi kendala bagi sebagian developer khususnya para pengembang perumahan yang berskala kecil. dimana masalah penyediaan utilitas dan sanitasi hanya berkisar pada septictank dan penyediaan air minum. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi tentang sanitasi dan utilitas untuk bangunan rumah sederhana yang meliputi : penyediaan air minum, pengelohan air limbah rumah tangga, dan pengelolaan sampah

A. Air Minum - Penyediaan air minum bagi rumah sehat sederhana merupakan kebutuhan dasar bagi penghuni karenanya kebutuhan akan terpenuhinya air minum dapat dilakukan melalui :
  • Sambungan Rumah (SR) PDAM  - yang sesuai dengan SNI 2413-2-2009 adalah :
    • Sambungan rumah adalah pipa dan perlengkapannya dimulai dari titik penyadapan sampai dengan meter air
    • Pemasangan dan pemeliharaan pipa sambungan rumah ini menjadi tanggung jawab Perusahaan Air Minum
    • Fungsi pipa sambungan rumah adalah untuk mengalirkan air dari pipa distribusi ke konsumen dan untuk mengetahui jumlah air yang dialirkan ke konsumen
    • Sambungan rumah antara lain harus dilengkapi dengan meter air atau pembatasan air yang disegel oleh Perusahaan Air Minum - seperti pada gambar di bawah ini :
  •  Sumur Gali - sesuai aturan SNI 03-2916-1992, ada dua type ukuran penampang dinding sumur gali yang harus jadi acuan jika anda mau menjadikan sumur gali sebagai alternatif pilihan bagi kebutuhan air minum yaitu :
    • Type I - Uk penampang (min) 0,80 cm - tinggi dinding atas 80 cm dan tinggi dinding bawah >300 cm - tebal dinding atas 1/2 bata dan tebal dinding bawah 1/2 bata atau 10 cm
    • Type II - Uk penampang (min) 0,80 cm - tinggi dinding atas 80 cm dan tinggi dinding bawah tergantung kedalaman muka air tanah terendah - tebal dinding atas 1/2 bata dan tebal dinding bawah 10 cm
    • Penggunaan bahan untuk pembuatan sumur gali adalah pasangan bata/batako/batu belah di plester. dengan spesi atau adukan yang disyaratkan adalah 1PC : 2 Ps dengan tebal plesteran 1 cm
    • Tipe I dipilih apabila keadaan tanah tidak menunjukkan gejala mudah retak atau runtuh;dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako/batu belah dengan tinggi 80 cm dari permukaan lantai, dinding bawah dari bahan yang sama atau pipa beton sedalam minimal 300 cm dari permukaan lantai.
Sumur Gali Type I
    • Tipe II dipilih apabila keadaan tanah menunjukkan gejala mudah retak dan runtuh. dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako /batu belah setinggi 80 cm dari permukaan lantai, dinding bawah sampai kedalaman sumur dari pipa beton;minimal sedalam 300 cm dari permukaan lantai dari pipa beton kedap air dan sisanya dari pipa.
Sumur Gali Type II

Bersambung ...


1 comment: