September 13, 2012

Membangun Rumah Sederhana Tahan Gempa

"Gempa Tidak Pernah Membunuh Manusia", Tapi Bangunan yang dibuat manusialah yang menyebabkannya. Ungkapan diatas mungkin ada benarnya karena sebagian rumah dan bangunan-bangunan diindonesia rata-rata belum menganut prinsip bangunan tahan gempa. dana Kali ini saya akan berbagi informasi tentang tatacara membangun Rumah Sederhana Tahan Gempa.
Rumah Sederhana adalah rumah yang dibangun oleh masyarakat tanpa direncanakan dan dilaksanakan oleh para ahli pembangunan. disebut sederhana karena :
  • Mayoritas rumah warga Indonesia masuk kategori rumah sederhana
  • Perencanaan dan Pelaksanaan oleh tukang yang mendapatkan keterampilannya dilapangan, dan sangat dipengaruhi kebiasaan
  • Dari pengamatan di lapangan, dijumpai kecenderungan penurunan mutu bangunan
Prinsip dasarnya Bangunan tahan gempa adalah :
  • Bila terjadi Gempa Ringan, bangunan tidak boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural (dinding retak, genting dan langit-langit jatuh, kaca pecah, dsb) maupun pada komponen strukturalnya (kolom dan balok retak, pondasi amblas, dsb).
  • Bila terjadi Gempa Sedang, bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen non-strukturalnya akan tetapi komponen struktural tidak boleh rusak.
  • Bila terjadi Gempa Besar, bangunan boleh mengalami kerusakan baik pada komponen non-struktural maupun komponen strukturalnya, akan tetapi jiwa penghuni bangunan tetap selamat, artinya sebelum bangunan runtuh masih cukup waktu bagi penghuni bangunan untuk keluar/mengungsi ketempat aman. 
Konsep Bangunan (rumah sederhana) tahan gempa adalah :
  • Bahan Bangunan; Penggunan bahan yang baik dan mempunyai mutu sesuai yang disyaratkan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam membuat rumah tahan gempa
  • Struktur; Bangunan harus menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan secara bersama-sama dan proposional. Keberadaan dan dimensi elemen struktur haruslah sesuai sehingga bangunan akan bersifat daktail (liat), sehingga dapat bertahan apabila mengalami terjadinya perubahan bentuk yang diakibatkan oleh gempa.
  • Pelaksanaan, untuk mendapatkan mutu bangunan yang baik, pengerjaan rumah tahan gempa, harus mengikuti prosedur-prosedur yang baik dan benar
  • Bentuk Bangunan; adalah yang berbentuk simetris (bujursangkar, segi empat) dan mempunyai perbandingan sisi yang baik, ini dimaksudkan untuk mengurangi gaya puntir yang terjadi pada saat gempa. Untuk bangunan yang panjang dan tidak simetris dapat dilakukan pemisahan ruangan (dilatasi) sehingga dapat mengurangi efek puntir ketika terjadi gempa. Juga harus diperhatikan bukaan akibat jendela dan pintu tidak boleh terlalu besar, karena akan terjadi pelemahan pada jendela dan pintu tersebut
Bahan bangunan yang akan digunakan sangat disarankan memenuhi standar PU, seperti dibawah ini :
  • Semen. semen yang digunakan adalah semen Portland atau yang biasa dikenal sebagai semen type 1.
        Ciri-ciri Semen yang baik :
      • Karung pembungkus semen dalam keadaan baik dan tidak koyak
      • Semen tersimpan dalam keadaan yang baik dan tidak terkena pengaruh cuaca dan kelembaban
      • Tidak mengeras, bergumpal-gumpal atau basah
  • Batu - digunakan untuk pembuatan pondasi. Ciri-ciri Batu yang baik :
    • Bermutu baik, keras (bukan batu kapur) dan bersiku
    • Bersih dari kotoran
    • Mempunyai ukuran yang proposional (10 – 15 cm)
  • Pasir - syarat-syarat pasir yang baik :
    • Mempunyai diameter antara 0,25 – 5 mm.
    • Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% atau pun kotoran lainnya yang dapat menggangu kualitas bangunan.
    • Pasir yang diambil dari laut harus dicuci dan dipastikan tidak bersifat asin/garam yang dapat merusak pembesian
    • Mempunyai butiran tajam dan keras.
    • Tidak dalam keadaan basah, mengumpal & lengket.
  • Kerikil- harus memenuhi syarat dibawah ini :
    • Kerikil alam berasal dari sungai
    • Kerikil dari batu pecah (lebih baik kerena bersudut dan lebih lekat)
      Ciri-ciri kerikil yang baik :
      • Kerikil yang digunakan bermutu baik, keras, kasar dan bersudut
      • Bersih dari lumpur (dibawah 1%) atau pun kotoran lainnya yang dapat menggangu  kualitas bangunan.
      • Mempunyai perbandingan yang proposional antara diameter yang berbeda (gradasi).
  • Besi / Baja Tulangan:
    • Besi Polos
    • Besi Ulir (mempunyai ikatan yang lebih baik dengan mortar). 
Ciri-ciri besi yang baik :
    • Tidak boleh berkarat, retak dan bengkok
    • Bukan merupakan besi bekas
    • Terlindung dari pengaruh cuaca dan kelembaban
    • Mempunyai diameter dan luas area yang sesuai dengan permintaan
  • Bata-Ciri-ciri bata yang baik :
    • Mempunyai bentuk yang persegi, lurus dan seragam
    • Mempunyai warna merah tua
    • Tidak retak dan tidak cacat
    • Dimasak pada suhu yang tepat
    •  Tahan bila direndam
  • Kayu. Ciri-ciri Kayu yang baik :
    • Kayu harus kering
    • Mempunyai umur yang cukup
    • Kayu tidak boleh terlalu banyak cacat dan retak
    • Mata kayu tidak terlalu besar
Sekian dan semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment