23 Agustus 2012

Mengenal Sloof, Kolom dan Ring Balk

SLOOF

Sloof adalah struktur dari bangunan yang terletak diatas pondasi, berfungsi untuk meratakan beban yang diterima oleh pondasi, juga sebagai pengunci dinding agar saat terjadi pergerakan pada tanah, dinding tidak roboh. Sloof sangat berperan terhadap kekuatan bangunan. bahan yang digunakan adalah beton dengan campuran 1 semen : 2 Pasir : 3 split (koral) 

Dimensi sloof yang sering digunakan pada bangunan rumah tinggal lantai satu adalah lebar 15 cm, tinggi 20 cm, besi beton tulangan utama menggunakan 4 buah diameter 10 mm (4 d 10 ) sedangkan untuk begel menggunakan diameter 8 mm berjarak 15 cm ( d 8 – 15) dan untuk rumah lantai dua , dimensi sloof yang sering digunakan adalah lebar 20 cm tinggi30 cm, besi beton utama 6 d 12 mm, begel d8 – 10 cm.



KOLOM

Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (sudarmoko, 1996)
Pada bangunan sederhana bentuk kolom ada 2 jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis
  • Kolom Utama - yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban diatasnya. untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3,5 meter, hal ini dimaksudkan agar dimensi balok untuk menopang lantai tidak terlalu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3,5 meter maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan untuk rumah tinggal lantai 2, dimensi kolom yang dipakai biasanya 20/20 dengan tulangan pokok 8 dia 12 mm, dengan besi begel dia 8-10 cm
 Ket.: 
8 dia 12mm = besi 12 mm jumlahnya 8 buah 
dia 8-10 cm = besi begel diameter 8 mm dengan jarak 10 cm 

  • Kolom Praktis - adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar stabil, jarak kolom maksimum 3,5 mtr atau pada pertemuan pasangan bata (sudut-sudut dinding). dimensi kolom praktis 15/15 cm dengan tulangan beton 4 dia 10 dan jarak begel dia 8 - 20 cm
 SK SNI T-15-1990-03 mendifinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyanggah beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak di topang paling tidak tiga kali dimensi lateral
Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan terhadap tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan

JENIS-JENIS KOLOM
Menurut Wang (1986) dan Fergusen (1986) jenis-jenis kolom ada tiga yaitu :
  • Kolom Ikat (tie Column) - adalah kolom yang menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom beton yang di beri tulangan dengan batang tulangan pokok memanjang yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan sengkang lateral. Tulangan ini berfungsi memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya
  • Kolom Spiral (spiral column) - menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan kolom ikat hanya saja pengikat tulangan memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus disepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan terhadap kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud
  • Kolom Komposit (composite column) - adalah struktur kolom komposit yang merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa dengan atau tanpa diberi batangan tulangan pokok memanjang
RING BALK
 Ring balk adalah bagian dari struktur bangunan seperti balok yang terletak diatas dinding bata, yang berfungsi sebagai pengikat pasangan bata dan juga untuk meratakan beban dari struktur yang berada diatasnya, seperti beban yang diterima oleh kuda-kuda
 Pemasangan Ring balk maksimum 4 meter dari sloof, idealnya 3 meter. Dimensi ring balk yang biasa digunakan adalah lebar 15 cm dan tinggi 15 cm dengan tulangan pokok (besi beton) 4 dia 8 mm dengan begel dia 6 - 15 cm

Anda sedang membaca artikel tentang Mengenal Sloof, Kolom dan Ring Balk,jangan lupa tinggalkan saran dan komentar anda untuk perbaikan blog ini - terima kasih dan salam sukses.

19 komentar:

  1. mantap nih, bisa jadi bahan sharing perkuliahan mas.
    tks atas infonya ya

    BalasHapus
  2. Anonim8:52 PM

    saya mau tanya kalau balokan untuk teras rumah (bukan untuk dihuni) standarnya pakai besi 10 full dan wiremesh 8 full. cukup gak mas.
    dan untuk kekuatan penempatan balokan berada diatas wiremesh apa sama kuatnya dengan balokan dibawah??
    Deon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo fungsinya hanya untuk teras rumah cukup mas
      dan untuk penempatan balok diatas wiremesh akan lebih kuat jika ukuran tulangannya sama mas bro

      tks

      Hapus
  3. MAS KALO UKURAN KOLOM & SLOF YANG PALING BAGUS UNTUK RUMAH 3 ALANTAI ITU, BRAPA UKURANNYA??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk rumah bertingkat atau 3 lantai biasanya menggunakan ukuran 15/20. ini berlaku untuk kolom dan sloof dengan perlakuan yang sama untuk setiap lantai,..
      demikian mas semoga bisa membantu

      Hapus
  4. Salam kenal mas.
    Menanyakan Via email bisa tidak ?
    soalnya saya akan melampirkan gambarnya mengenai slof dan kolom.

    thanks mas Rahmat

    BalasHapus
    Balasan
    1. siip mas bro
      ni alamat email saya arsitek.design@gmail.com

      Hapus
  5. mau nanya pak, kalau rumus menghitung dimensi sloof bagaimana ya? Selama ini saya pakai rumus balok yaitu dengan panjang bentang dibagi 12, tapi dengan bentangan yang lebar, dimensi yang didapat bisa sampai 30 x 60, rasanya itu terlalu besar untuk sloof yang terletak langsung di atas tanah. Jadi bagaimana ya, Pak? Ditunggu balasannya. trims banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh yaa?? pada umumnya orang-orang menggunakan dimensi sloof, kolom dan ring balk sama, mis 15/20, akan tetapi untuk balok, (mis balok lantai) biasanya memperhitungkan ketinggian bangunan dan jumlah lantai (berapa tkt bangunan yang akan di bangun), rumusnya perhitungan volumex p x l x t sementara untuk perhitungan besi (tulangan) dihitung secara manual
      demikian semoga bisa membantu

      Hapus
  6. pak saya lagi mau membuat longkang (bangunan diantara 2 rumah)maaf saya kurang tau bahasa arsitekny ap.bisa dibgk pak?

    BalasHapus
  7. salam kenal mas, mau nanya klo untuk rumah tidak bertingkat ukuran kolom/tiang dan ring balok bisa dipakai berapa dan ukuran besinya? serta apakah jarak bentang 5 meter perlu ditambah kolom praktis,,trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal balik mas,..Penggunaan Kolom, dan balok pada umumnya diperuntukan bagi panjang bentangan yang besar dan jika bentang hanya 5 meter saya sarankan anda menggunakan kolom praktis dengan dimensi 15/15 dan bisa menggunakan besi 8 atau 10. atau dapat pula dengan kombinasi misalnya di kedua ujung bentangan menggunakan dimensi kolom 15/20 dan di bagian tengahnya (Jarak 2.5 m) anda bisa menggunakan kolom praktis..
      semoga ini bisa membantu

      Hapus
  8. mas numpang tanya, untuk bangunan lantai 2, gimana cara nya agar sloof nya 15 x 30 aja, apa cincin/ begelnya jaraknya diperketat apa bisa, kalau bisa gimana jarak antar begelnya mas?????

    BalasHapus
    Balasan
    1. ukuran sloof yang umum digunakan 15/20, tapi jika berkeinginan menggunakan 15/30 ada beberapa hal yang perlu diingat, diantaranya adalah (1) wajib memperhatikan jarak bentangan, (2) ukuran besi yg digunakan dan (3) kesesuaian kolom praktis yang hendak di pasang. JARAK antar BEGEL BISA diambil 15 - 20 cm

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  10. ukuran untuk pemasngan kayu kuda2 ukuran standar nya berapa kira2

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya gunakan aja ukuran kayu 6/12 gan

      Hapus

Template by : aarsitek blogspot.com