28 Agustus 2012

Mengenal Bagian-Bagian Tangga dan Tata Cara Perhitungannya

Salam sukses buat anda semuanya. Informasi kali ini tentang mengenal bagian-bagian tangga pada rumah bertingkat dan tata cara perhitungannya. Ok langsung aja ya :
Tangga terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
  • Pondasi Tangga
    • Pondasi tangga berupa pasangan batu kali, beton bertulang atau kombinasi keduanya, pada lantai tingkat, dibawah lantai tangga harus diberi balok anak sebagai pengaku plat agar lantai tidak menahan beban terpusat yang besar
  • Ibu Tangga
    • Adalah bagian konstruksi pokok yang mendukung anak tangga. Ibu tangga dapat menjadi konstruksi yang menjadi satu dengan rangka bangunannya
  • Anak Tangga
    • dibuat secara menerus bersambung sacara keatar
  • Pagar Tangga
    • Bentuk pagar tangga dapat dibuat dari berbagai motif. Motif yang cukup sederhana dibuat dari papan yang dipaku pada tiang-tiang yang ditanam pada anak tangga
  • Pegangan Tangga
    • Bentuk umum dari pegangan tangga adalah bentuk bulat atau oval dengan diameter 4-5 cm. Dan bila dipakai bentuk persegi ukurannya adalah 4x6 m2
  • Bordes
    • Lebar bordes  untuk bangunan tinggi cukup dibuat 80-100 cm, dan untuk bangunan umum dibuat 120-200cm
Perhitungan Tangga

 Perhitungan tangga meliputi :
  • Lebar anak tangga
Untuk rumah tinggal, lebar anak tangga dapat dibuat 80 cm dan untuk bangunan umum 120 – 200 cm, dan bila tangga menghubungkan ruang yang jarang dilalui lebarnya cukup 60 – 70 cm. Atau dengan ketentuan sebagai berikut :
    • Untuk 1 orang     : lebar 60 – 80 cm
    • Untuk 2 orang     : 2 x 60 cm     = 120 cm
    • Untuk 3 orang     : 3 x 60 cm     = 180 cm
  • Lebar dan tinggi anak tangga
Untuk lebar dan anak tangga ditentukan dengan rumus :

            2t + l = 60 cm atau 65 cm
    Keterangan :
            T    =     Tinggi anak tangga (tinggi tanjakan = Optrede)
            l     =      Lebar anak tangga (lebar injakan = Aantrede)

Rumus ini didasarkan pada :
    • Satu langkah arah datar antara 60 – 65 cm
    • Untuk melangkah naik perlu tenaga 2 kali lebih besar dari melangkah datar
Contoh perhitungannya seperti dibawah ini :
Jika selisih tinggi lantai adalah 3.20 m 
Maka :
    • Kita coba t = 16 cm dan l = 26 cm jika digunakan rumus diatas maka : 2t + l = (2*16)+26 = 58 cm, hal ini tentunya mengacu pada ketentuan bahwa idealnya 60-65 cm maka nilai 58 cm adalah  terlalu landai
    • Jika kita coba dengan t = 20 dan l = 28 maka 2t + l = (2*20) + 28 = 68 cm, angka 68 cm terlalu besar dari ketentuan diatas yaitu 65 cm maka hasilnya terlalu curam
    • Jika kita coba dengan t = 18 dan l = 28, maka 2t + l = (2*18) + 28 = 64 cm, angka ini sangat ideal dan ini yang akan kita gunakan
Sekian dan semoga bermanfaat

Anda sedang membaca artikel tentang Mengenal Bagian-Bagian Tangga dan Tata Cara Perhitungannya,jangan lupa tinggalkan saran dan komentar anda untuk perbaikan blog ini - terima kasih dan salam sukses.

2 komentar:

  1. menarik dan mantap bro. ini yang kucari
    thanks atas infonya bro

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks bro n semoga sukses

      Hapus

Template by : aarsitek blogspot.com